Monday, February 29, 2016

#1:berita "Pertempuran" Jelang Pemilihan Golkar-1

cheap reseller hosting - #1:berita "Pertempuran" Jelang Pemilihan Golkar-1
JAKARTA, KOMPAS.com - Situasi mulai memanas menjelang kontestasi pemilihan calon Ketua Umum Partai Golkar. Rencananya, Golkar akan menggelar Musyawawah Nasional pada April mendatang.

Sejumlah nama bakal calon mulai bermunculan. Dari sejumlah nama itu, sebagian besar merupakan kader
Golkar dari kubu Munas Bali alias kubu Aburizal Bakrie.

Munas Golkar digelar untuk menindaklanjuti SK Kementerian Hukum dan HAM pada Januari 2016 yang memperpanjang SK kepengurusan Munas Riau (2009) hingga enam bulan ke depan.

Perpanjangan SK diterbitkan agar Golkar leluasa melakukan rekonsiliasi melalui Munas.

Konflik internal Golkar terjadi antara pengurus hasil Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie, dan Munas Jakarta yang dipimpin Agung Laksono.

Kelompok Munas Jakarta dipenuhi kader Golkar yang tidak puas dengan kepemimpinan Aburizal Bakrie.

Awal perpecahan

Pada Selasa (25/11/2014), rapat pleno DPP Partai Golkar ricuh setelah diumumkan Munas IX akan digelar di Bali mulai 30 November 2014.

Keputusan itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Theo L Sambuaga sesuai hasil Rapimnas VII Partai Golkar yang digelar di Yogyakarta beberapa waktu sebelumnya.

Peserta pleno mengkritik agenda pelaksanaan Munas IX karena penetapannya tidak transparan. Interupsi datang bertubi-tubi.

Akan tetapi, saat itu Theo tak menggubris dan memilih meninggalkan lokasi sehingga memicu beberapa peserta pleno memecahkan gelas dan melempar botol air kemasan ke arah pimpinan rapat.

Peristiwa malam itu membuat soliditas Golkar semakin di ujung tanduk.

Agung Laksono memimpin "perlawanan" terhadap keputusan-keputusan yang diambil kubu Aburizal Bakrie.

Perpecahan Golkar semakin jelas saat pendukung Aburizal menggelar Munas di Bali.

Pada Rabu (3/12/2014), Aburizal ditetapkan sebagai ketua umum terpilih.

Tak mau kalah, kelompok Agung juga menggelar Munas tandingan di Ancol, Jakarta, tak lama setelah Munas Bali selesai.

Agung terpilih menjadi Ketua Umum Golkar hasil Munas Jakarta, pada Senin (8/12/2014) dini hari.

Inilah kali pertama dalam sejarah terjadi dualisme kepemimpinan di tubuh Golkar.

0 comments:

Post a Comment